Hmm… akhirnya jadi juga bikin corat-coret di layar dengan konsumsi 220VAC ini. Di antara kesibukan -sibuk? sibuk itu relatif ya- dan debu yang menghampiri tiap hari, biasanya memang sepulang kerja langsung terkapar sambil nempelin sumbat kuping dan cas cis cus dengan penyimpan tulang rusuk nun jauh disana.
Batik blangkon? ya! blangkon batik.. dua benda yang melegenda dan mungkin bisa disamakan dengan Harley Davidson -an american herritage- atawa tari pendet -tarian yang melegenda dan siap kita bela untuk slogan “ganyang malingsia!”. blangkon. Identitas orang jawa yang udah nggak tau sejak kapan dipake di kepala. Diiket-iket di kepala dengan ujung blakangnya ada benjolan yang mirip sama pentolan tuas persneling. Batik. Identitas orang indonesia yang sekarang hampir pasti dipake jadi baju wajib di hari jumat -hari penghujung sebelum akhir pekan tiba. Kedua item itu -blangkon dan batik- adalah item wajib yang menyertai resepsi pernikahan orang jawa pada umumnya. Blangkon untuk mempelai pria, dan batik adalah motif yang ditemui di mempelai pria, mempelai wanita, bapak ibu, mertua, besan, budhe, pakdhe, paklik, tante, sepupu, keponakan, tetangga, temen kantor, temen minum kopi, sampe rekanan yang datang dengan ketawa terpaksa karena sungkan dan takut ndak dapet tender lagi kalo ga dateng. Hihihi….
Ya! saya akan menikah! Tahun depan tepatnya. Hari ketiga di bulan ketujuh tahun depan. Akhirnya saya akan menikah dengan seseorang yang sangat saya harapkan. Persona yang cerdas dan memiliki kemampuan linguistik sangat yahud, pribadi yang menyenangkan dan brilian, serta tentu saja persona dengan performa fisik yang saya idam-idamkan. Dan yang paling penting, saya yakin dengan sepenuh hati bahwa orang ini akan menjadi pendamping hidup terbaik dan ibu yang paling baik untuk buah hati saya kelak. Perkenalkan si bulan, Maria Irene Asri Wulandari.
Wah, ndak sabar dan deg2an membayangkan hari pernikahan. Segi positifnya, setiap pagi saat bangun semangat selalu berapi2 karena hari semakin dekat dan semakin dekat dengan hari pernikahan kami… He-he… walopun masih lama, tapi spiritnya kaya udah mau satu bulan lagi….
Liat-liat sekeliling, dah pada tewas semua… Hanya didampingi oleh diva keroncong paling yahud di seantero negri ini, Sundari Soekotjo via Sennheiser yang mak cring di telinga…
Blangkonbatik-Sundari Soekotjo-Sennheiser…. Padanan yang mantap untuk penghantar istirahat petang ini.
Selamat beristirahat juga, si Bulan nun jauh di sana,….